Sejarah Sekolah

SMA Negeri 11 Purworejo, sebagai sekolah baru yang didirikan tgl 27 Juni 2005 dan saat ini memasuki tahun ke 2 adalah sekolah yang termasuk masih sangat baru,. Dilihat dari sarana prasarana pendukung pembelajaran, sekolah SMA Negeri 11 Purworejo ini masih memerlukan banyak penambahan. Untuk mampu melaksanakan program pemerintah di bidang pendidikan tentu saja sangat dibutuhkan kerja keras, komitmen tinggi serta dukungan dan peran serta seluruh warga sekolah.

Berdasarkan kewenangan dan kemampuan dengan memperhatikan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman ( strength, weakness, opportunities dan threat, SWOT ). Dari beberapa alternatif, yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan di SMA Negeri 11 Purworejo sebagai USB dengan fasilitas yang masih sangat terbatas adalah : SENSE OF CONTRIBUTION atau semangat memberi.
SENSE OF CONTRIBUTION dikatakan berhasil dengan indikator :
1. Proses belajar mengajar berjalan dengan lancar
2. Kinerja guru dan staf meningkat
3. Sumbangan berupa gagasan meningkat dari semua unsur warga
4. Sumbangan berupa waktu meningkat
5. Sumbangan riil dari warga sekolah meningkat
6. Terpenuhinya sarana prasarana minimal untuk proses belajar mengajar
7. Keterlibatan semua warga sekolah meningkat
8. Tanggung jawab semua warga sekolah meningkat
Adalah tantangan bagi setiap sekolah untuk mampu melibatkan secara maksimal seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program-program sekolah. Sense of Contribution atau semangat memberi yang dilaksanakan SMA 11 diyakini mampu melibatkan seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan program sekolah. Dengan semangat memberi warga sekolah akan terlibat langsung, ikut peduli, ikut bertanggung jawab dan ikut merasa memiliki perkembangan yang dilaksanakan dan dicapai sekolah.
Sense of Contribution yang dikembangkan disekolah, hakikatnya adalah memberi kesempatan kepada semua warga sekolah untuk bisa memberikan sesuatu sesuai kemampuan baik berupa gagasan, keterlibatan, perhatian, waktu dan material demi kemajuan sekolah. Dengan “memberi” warga sekolah menjadi terlibat, ikut memiliki dan memikirkan kemajuan sekolah. Sense of Contribution juga merupakan kebutuhan warga sekolah untuk mengaktualisasikan diri.

SMA 11 sebagai sebuah sekolah baru dengan fasilitas yang masih terbatas telah menjalankan proses belajar mengajar sejak tahun ajaran 2005-2006 dan saat ini 2006-2007. Jumlah siswa terdiri dari 6 rombongan belajar, 3 rombongan belajar kelas X, dan 3 rombongan belajar kelas XI, Animo pendapatan tahun ajaran 2006-2007 sejumlah 317 siswa dan diterima hanya 120 siswa untuk 3 rombongan belajar. Guru berjumlah 16 orang dan Tata Usaha serta karyawan 11 orang.
SMA 11 terletak di desa Butuh, kecamatan Butuh Purworejo di areal tanah seluas 1 hektar. Bangunan dari pemerintah sebagai USB terdiri dari 1 ruang administrasi, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang laboratorium dan 1 ruang perpustakaan serta 3 ruang kelas. Pagar sekolah baru bagian depan. Dengan fasilitas terbatas seperti itu, sedangkan proses belajar mengajar harus dilaksanakan, maka usaha dan kerja keras dari seluruh stake holder sekolah sangat dibutuhkan untuk mengembangkan SMA Negeri 11 Purworejo menjadi sekolah efektif.
Sense of Contribution atau semangat memberi inilah yang sekarang dilaksanakan sebagai budaya untuk mengelola SMA 11 Purworejo. Kecenderungan setiap manusia sejak lahir adalah salah satunya kemauan untuk memberi. Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai insting dasar untuk memberi. Seperti yang digambarkan dalam Maslow’s Hierarchy of need atau piramida kebutuhan menurut Maslow, Sense of Contribution merupakan kebutuhan berkelompok atau memiliki sebuah komunitas, kebutuhan penghargaan diri dan kebutuhan aktualisasi diri.
Pemberlakuan Sense of Contribution di SMA 11 Purworejo, memanfaatkan insting dasar dan kecenderungan manusia dalam hal ini warga sekolah/stake holder sekolah, untuk dikelola dengan baik untuk mengembangkan sekolah yang masih baru. Pengelolaan Sense of Contribution yang dilaksanakan dengan baik ternyata memberikan akibat positif yang sangat dibutuhkan oleh sekolah.
Sense of Contribution berarti juga motivasi. Sense of Contribution yang dilaksanakan dengan baik pada hakikatnya adalah pengembangan dan penanaman motivasi yang tinggi. Dikatakan bahwa Sense of Contribution adalah jantungnya motivasi, dengan semangat memberi yang disadari dan dilaksanakan oleh seluruh stake holder sekolah, motivasi tidak lagi menjadi masalah.

A. Contribution of Ideas
Bentuk keterlibatan semua warga sekolah di SMA 11 dikembangkan dengan contribution of ideas. Sumbangan ide, gagasan atau pendapat. Setiap warga sekolah mempunyai hak dan kewajiban memberikan ide, gagasan atau pendapatnya baik lisan, tertulis maupun langsung tak langsung.
Pelaksanaan kebijakan sekolah MPMBS yang salah satu kriterianya bahwa sekoalh diberi kekuasaan sebagai pengambil keputusan disekolah itu sendiri, sangat tergantung pada dukungan dan peran serta setiap warganya untuk menyumbangkan ide/gagasan dan pendapatnya.

B. Contribution of Time
Kecenderungan guru guru SMA adalah bertanggung jawab penuh dan berada di sekolah hanya pada saat mengajar di kelas, setelah mengajar beban dan tanggung jawab mereka seolah lepas dan selesai. Guru biasanya menggunakan waktu selain mngajar untuk kepentingan pribadi seperti belanja, pulang ke rumah atau mengerjakan sesuatu di luar sekolah untuk mencari tambahan penghasilan.
Pelaksanaan Sense of Contribution di SMA 11 yang ke dua adalah contribution of time, atau sumbangan waktu. Di setiap koordinasi dengan guru kepala sekolah menekankan pentingnya contribution of time. Waktu idsekolah seharusnya dimanfaatkan semaksimal mingkin untuk bekerja mengembangkan sekolah. Kalimat kunci contribution of time di SMA 11 Purworejo adalah :
SMA 11 Purworejo tidak akan pernah berkembang
Kalau semua guru bermental : habis mengajar, pulang.
C. Contribution of material
Sebagai sekolah baru dengan fasilitas terbatas, sumbangan materiil dan tenaga sangat dibutuhkan di sekolah. Ketrebatasan membuat setiap warga sekolah benar benar melaksanakan sense of contribution. Keterlibatan memaksa mendorong guru dan siswa serta komite untuk bersama sama memeberikan materiil dan tenaga ke sekolah.

D. Contribution of care and concern
Yang tidak kalah pentingnya dalam sense of contribution adalah contribution of care and concern, memberi kepedulian dan perhatian. Setiap stake holder sekolah harusnya memberi perhatian dan kepedulian terhadap setiap kegiatan di sekolah. Program sekolah tidak akan bias berjalan optimal apabila di sekolah tercipta keegoisan kelompok atau perorangan. Kerja sama dan saling memperhatikan merupakan kunci suksesnya program sekolah. Saling membantu, memberikan perhatian, ikut terlibat dan ikut mendukung merupakan bukti sense of contribution di SMA 11 Purworejo